Skip to main content

Cerita Rakyat Menuju Internasional


Negara Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki 17.508 pulau dengan penduduk sekitar 230 juta jiwa yang menghuni di dalamnya. Di setiap daerah di Indonesia selalu mempunyai ciri khas yang membedakan satu daerah dengan daerah lainya, satu pulau dengan pulau lainya. Indonesia mempunyai banyak suku yang menduduki setiap wilayah dari Sabang sampai Merauke. Oleh karena itu, Indonesia adalah satu-satunya negara di dunia yang mempunyai keanekaragaman sosial dan budaya yang melimpah di setiap jengkal di daerahnya.
Keanekaragaman budaya yang begitu banyak yang dimiliki oleh Indonesia juga mengandung sebuah resiko besar. Resikonya adalah diperlukan tanggung jawab besar bagi rakyat Indonesia untuk menjaga dan melestarikanya. Tidak hanya sekadar menjaga dan melestarikan, tetapi juga mengembangkan budaya tersebut ke level yang lebih tinggi. Pengembagan budaya ke tingkat yang lebih baik juga mengangkat lebih tinggi citra dan derajat Indonesia di mata dunia. Indonesia akan dipandang menjadi salah satu negara kaya, bukan dari pendapatan per kapitanya, tetapi dari kekayaan budaya yang membentuk karakter dan ciri khas bangsa Indonesia yang sangat membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa lain.
Pengembangan budaya ke level yang lebih tinggi artinya memperkenalkan budaya sendiri ke dunia Internasional. Selama ini keanekaragaman budaya yang kita miliki masih kita pendam atau hanya di perkenalkan di dalam negeri sendiri. Dunia pun masih belum memiliki pandangan yang tepat mengenai bangsa Indonesia. Banyak dari mereka bertanya , siapakah Indonesia? Apa yang mereka punyai?
Salah satu cara untuk memperkenalkan kekayaan budaya kita pada dunia Internasional adalah memperkenalkan cerita rakyat bangsa kita ke dunia. Setiap kelompok masyarakat, seperti satu suku bangsa, satu kota bahkan satu desa memiliki cerita-cerita tersendiri yang unik. Cerita-cerita itu kemudian dikenal sebagai cerita rakyat Nusantara yang artinya cerita rakyat yang mendiami wilayah Indonesia. Cerita rakyat yang paling terkenal di Indonesia contohnya saja adalah Sangkuriang (Jawa Barat), Malin Kundang (Minangkabau), Timun Mas, Legenda Danau Toba (Sumatera Utara), dan cerite-cerita rakyat jenis lain seperti legenda, mitos, sage, dan fabel.
Indonesia juga mempunyai keunikan pada cerita Ramayana dan Mahabarata yang asal muasal ceritanya dari India lalu dirubah sesuai dengan karakter budaya Indonesia sendiri. Upaya Indonesia di dalam negeri untuk memperkenalkan cerita rakyat bangsa sendiri pada masyarakat sudah dilaksanakan dengan maksimal. Saluran pertama untuk memperkenalkan cerita rakyat pada anak-anak tentu saja keluarga. Orang tua atau generasi pendahulu selalu menceritakan cerita rakyat yang sudah menjadi warisan budaya dari generasi satu dengan yang lainya.
Cara lainya yang paling mudah untuk memperkenalkan cerita rakyat biasanya melalui buku cerita bergambar yang biasanya dibaca oleh anak-anak. Cara-cara lain yang paling umum untuk memperkenalkan cerita rakyat pada masyarakat adalah melalui teater murni atau drama musikal. Drama-drama musikal yang diangkat dari cerita rakyat seperti Lahirnya Gatot Kaca (2011), Lutung Kasarung (2012), Sang Kuriang (2013), Hanoman The Musical (2013), dan Timun Mas (3013).
Saat ini cerita rakyat sudah lumayan populer di kalangan masyarakat. Cerita rakyat memang sangat mudah diterima di masyarakat karena cerita rakyat memiliki keunikan tersendiri. Cerita rakyat menceritakan mengenai nilai-nilai yang terkandung dalam kehidupan masyarakat Indonesia sendiri, sehingga mudah diterima. Cerita rakyat mudah dipahami dan mayoritas berkisah tentang kepahlawanan, sesuatu yang sesuai dengan situasi masyarakat Indonesia saat kini yang membutuhkan ide-ide kepahlawanan. Kita juga bisa mendapat banyak pelajaran moral atau amanat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Walaupun cerita rakyat sekarang ini sudah lebih digencar-gencarkan dalam berbagai cara, tetapi tetap saja generasi muda zaman sekarang lebih tertarik pada cerita rakyat atau dongeng budaya luar. Jika kita bertanya pada anak kecil mengenai cerita atau dongeng yang disukainya, mereka akan menjawab dongeng Cinderella atau Putri Salju. Anak-anak zaman sekarang lebih mengenal dongeng dari luar negeri daripada cerita rakyat atau dongeng dalam negeri.
Lalu mengapa hal ini bisa terjadi? Padahal cerita rakyat Indonesia dengan luar negeri mempunyai kesamaan. Cerita kita dengan cerita luar negeri mempunyai kesamaan pada tema, yakni mengenai karakter psikologis manusia sedunia. Contohnya saja kisah Bawang Merah dan Bawang Putih punya cerita yang nyaris sama dengan Cinderella dari Eropa, Timun Mas dengan David dan Golliat, dan Sangkuriang yang mempunyai kesamaan dengan cerita Oedipus.
Salah satu hal yang menyebabkan cerita rakyat Indonesia kurang diminati oleh bangsa sendiri adalah alternatif pengemasan cerita rakyat yang kurang ‘merakyat’ di masyarakat. Pengemasan cerita rakyat Indonesia harus kekinian, atau disesuaikan dengan modernisasi yang terjadi pada zaman sekarang. Kita tidak mungkin bisa menyebarkan cerita rakyat Gatotkaca hanya dengan menampilkan melalui panggung wayang seperti biasa dilakukan pada zaman dahulu. Generasi muda zaman sekarang pasti akan bosan terhadap gaya tampilan seperti itu.
Sedangkan drama musikal atau teater hanya dapat dinikmati oleh kalangan-kalangan tertentu. Dengan harga tiket yang mahal, hanya kalangan atas yang dapat menikmatinya. Buku bergambar juga belum tentu menarik perhatian anak-anak. Tidak semua anak-anak menyukai kegiatan membaca. Kebanyakan anak-anak menyukai cara lisan seperti panggung boneka, atau mungkin melalui televisi. Ya, televisi adalah salah satu alat elektronik yang paling penting pada zaman globasisasi saat ini. Cara yang paling efektif untuk menyebarkan cerita rakyat yaitu melalui televisi.
Kita bisa mengambil contoh dari dongeng-dongeng besar dari luar negeri. Mereka mengemas dongeng-dongeng tersebut dalam bentuk film. Contoh saja dongeng Snow White yang sudah dikemas dalam berbagai versi dalam bentuk film. Selain itu ada cerita rakyat Yunani mengenai mitos dewa-dewi Yunani yang dikemas sangat baik dalam bentuk film-film seperti Clash of Titans, Percy Jackson, dan lain-lain. Tidak hanya cerita rakyat dari Eropa saja, cerita rakyat dari India mengenai mitos dewa-dewi India juga dikemas dengan baik contohnya seperti kartun Little Khrisna.
Cerita rakyat Indonesia dapat menjadi populer sama seperti cerita-cerita luar negeri jika dapat dikemas melalui film. Dongeng-dongeng dari luar negeri dapat dikemas dangan sangat bagus melalui film-film yang memiliki penyajian menarik seperti tampilan animasi yang bagus, dan cerita asli yang dirubah menjadi sangat menarik dan baru, tidak terlihat kuno, namun tetap tidak menghilangkan essensi aslinya. Melalui televisi, penyiaran film dan kartun bernarasikan cerita rakyat adalah cara yang paling mudah dan merakyat. Mayarakyat dari berbagai kalangan dapat menikmatinya.
Masalah yang dihadapi sekarang adalah bagaimana cara mengemas dalam bentuk film yang bagus seperti film-film dari luar negeri? Indonesia memang kesulitan dalam hal ini, karena Indonesia bukanlah negara yang hebat dalam pembuatan film. Memang saat ini sebenarnya sudah banyak cerita rakyat yang dikemas dalam bentuk serial drama di televisi, namun efek visual dalam film yang aneh dan kurang pas membuat masyarakat segan untuk menontonya.
Kita dapat meminta bantuan dari tenaga-tenaga ahli luar negeri dalam pembuatan film bernarasikan cerita rakyat. Walaupun biayanya pastilah tidak sedikit, tetapi sekali dirilis sebuah film bernarasikan cerita rakyat Indonesia yang dikemas sangat baik seperti film-film luar negeri, film tersebut akan langsung menarik perhatian masyarakat. Penyajian yang menarik dan pas akan menarik pandangan masyarakat terutama generasi muda mengenai cerita rakyat yang dianggap terlalu kuno. Cerita rakyat pun dapat dikemas sesuai dengan perkembangan zaman sekarang yang modern. Namun perlu diingat pengemasan cerita rakyat tetap tidak bolah menghilangkan keunikan lokal setiap daerah dan Nusantara.
Setelah penyajian cerita rakyat dengan bentuk film berjalan dengan berhasil di dalam negeri, maka kita dapat memasarkanya ke luar negeri. Dalam pemasaran cerita rakyat dalam bentuk film, kita harus ingat untuk menonjolkan budaya Indonesia dalam film tersebut. Film tersebut jangan sampai merubah budaya Nusantara menjadi budaya lain yang bukan budaya asli. Latar belakang utama memasarkan film cerita rakyat Indonesia ke luar negeri adalah untuk menampilkan kekayaan budaya yang dimiliki oleh Indonesia. Selain itu juga memberikan pandangan mengenai identitas atau kepribadian asli yang dimiliki oleh Indonesia.

Itulah cara yang paling tepat untuk pengembangan budaya Indonesia ke level yang lebih tinggi. Melalui pengembangan budaya tersebut, derajat dan citra Indonesia dapat terangkat di mata dunia. Dunia internasional akan memandang Indonesia sebagai sebuah negara yang kaya, yang layak untuk dihormati, dan layak untuk berpengaruh besar dalam dunia internasional di bidang seni dan budaya.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

DE DAG

BELGIUM TV SHOW imdb.com “What could happen in only one day? This thrilling hijacking low-key full of strategy encounter and action-jammed” Season: 1 Year: 2018 Rating in IMDB: 8,4 Genre: Crime, Drama, Thriller Creators: Gilles Coulier and Dries Vos Main Casts: Sophie Decleir (Vos), Lukas De Wolf (Ibrahim), Johan van Assche (Ivo), Willy Thomas (Roeland), Maaike Neuville (Freya), Jeroen Perceval (Arne)                The story unfolds a bank hijacking in the Brussels center. Starting from the negotiator team, Vos, Roeland, and Ibrahim called to team up with the special force for getting the hijackers. The hijacking event happened at dawn of the morning when the two hijackers started to attack the bank. Three bank workers, Serge, Michael, and Walter were the hostages eventually and some other people who were incidentally the hostage too. These are the unlucky people who got a coincide...

TV SHOW SCI-FI, MYSTERY, & SUPERNATURAL REVIEW! #3

Part 3 (Castle Rock, Undone, Maniac, Channel Zero) Again, having fun ride with me!! Let’s go Castle Rock  Castle Rock adapted from Stephen King’s novels. Castle Rock's popularity was rising after It, a movie that adapted also from Stephen King's novel . Castle Rock season one is my favorite than the second because the story is more scary and layered. It combines horror, mystery, and a little bit of science fiction so well. At first, it was more horror and mystery. A police found a strange man in a cage. The strange man gives several unlucky events to the people in Castle Rock. He called as the devil. But, who is he actually? The performance of Bill Skarsgard is never disappointed. He shows one of his best performances besides his performance as Pennywise in It. At the end of season one, the twist unfolds. This was when the story become more into science-fiction and supernatural. The second season is much different than the first; there are dead people becoming zombies and the...

Happy Reading #3

  Hello! Welcome to the third batch of my reading routine. It has been so loongg, I didn't post something about books. I have something more important right now, so my reading routine has lef out awhile from my life.  Those books (Inferno excluded) have been in my list since July 2021. I've read 3 of them and I will write the "standalone" review later. First of all, I share you some hints about my four new books.  1. The Craftsman (by Sharon Bolton) When I found this book in BBW, I was honestly intrigued by the sypnosis. This book has some exciting elements, which are witchcraft and mystery. It look promising, thereby this book will be the last one I read. 2. The Fourth Monkey (J.D.Baker) This one is the first book from The First Monkey series. The book focused on the mystery of a death of infamous criminal. The duo detective in this case and the rest of team tried to find the truth behind the death, is  the criminal that they really seek after for a long time, or ju...